Category Archives: Uncategorized

Pre Order JUL

Bagi penggemar novel dan cerpen, kalian harus membeli buku ini.

Kenapa? Continue reading

Pernikahan Ala Makassar

Sebenarnya, saya sudah lama mau nulis ini tapi mau diapa lagi, virus kemalasan paling maksimal sedang menimpaku dengan sangat tidak manusiawi.

Album keluarga. Salah satu contoh sebelum akad nikah, kalau yang ini adat Makassar vs Jawa. #Sarisnen #wedding

Keluarga Thamal. Sebelum akad Nikah

” style=”width: 548.15625px;

Tidak Jadi Ngeluh

Tepat pukul 09:25 WITA di tabletku. Tulisan ini jatuh-jatuhnya akan curhat. Serius. Tak usah dilanjutkan membaca, kutulis ini untuk diriku sendiri, untuk mengabadikan apa yang telah menarik perhatianku dipagi yang biasa ini.
Seperti sebelumnya. Saya tengah berusaha melunasi hidup normal tanpa gadget malam, lalu memulai hari tanpa gadget lagi. Malam tanpa gadget supaya tidak begadang, karena mau tidak mau, saya telah terbiasa bangun jam 4 pagi, dan itu berarti kebutuhan tidurku tidak terpenuhi dengan baik.

Sebagai penerima gelar “putri tidur” di rumah, saya tidak mau gelar ini serta merta hilang. Biarkan, saya suka.

Dan ini memang kenyataan. Postingan ini bukan membahas putri tidur, okay. Njuuuuuuut.

Continue reading

Tanpa Dekapan -forward

Tak semua rindu dan rasa harus berakhir pada sebuah dekapan. Mungkin pledoiku akan membuatmu tertawa sinis, jengah dengan seperkian alasan yang tak aku bicarakan tapi akhirnya pelan-pelan membawa kita pada persimpangan yang berbeda; percakapan yang mulai sederhana dan jauh lebih singkat dari yang pernah mengisi hari-hari sebelumnya.

Kamu pun barangkali tahu kekakuan diantara kita semacam angin yang tiba-tiba saja menyeruak masuk ke kulitmu, ia tanpa permisi sudah berada di dalam, membuat nyeri, dan masing-masing dari kita kemudian kehabisan topik perbincangan.

Barangkali pula karena cemburuku yang terlalu memburu, penjelasanmu tetap saja berujung buntu, penolakan terlanjur menguasaiku. Apapun yang menjadi pembenaranmu terdengar klise dikupingku, menyisakan kamu yang terlampau jenuh pula untuk meyakinkanku kesekiankalinya.

Yang tersisa kemudian hanyalah aku dan kamu yang saling berada di jarak aman tanpa harus menjadi apa-apa, dan mungkin kamu bisa sedikit membayangkan, bagaimana aku mengagumimu tanpa egois untuk sebuah dekapan, agar tidak ada masing-masing dari kita yang saling melukai kemudian, seperti aku yang kurang mampu mengendalikan cemburuku dan sepenuhnya percaya padamu misalnya, atau kamu yang benci jika harus dilemahkan oleh rindu dan jarak diantara kita nantinya.
Tanpa Dekapan – http://wp.me/p5CNQr-1qR

Untuk Kelak

​Untuk kelak, ketahuilah ada hari ini. Hari dimana kau merasa terkoyak dengan pilihanmu sendiri, hari dimana kau merasa sedih padahal tak terjadi apa-apa selain rasa tidak nyaman yang menggorogoti pikiranmu.

“Hei! Bukankah ketidaknyamanan yang buatmu sedih. Itu saja sudah cukup.” Hardikku pada diri sendiri
Terkadang, dunia begitu kejam dengan segala perkara yang tidak pernah kau pikirkan sebelumnya.

Berada dalam kumpulan orang-orang yang buatmu sesak tanpa mendesak secara fisik misalnya?

Kau ada disana. Ditengah orang yang mengoyak perasaanmu tanpa berkata.
Harusnya hanya jadi teman say hi. Bukan untuk dijadikan teman gaul. Hari ini ada, entah karena suatu alasan apa mereka-mereka hadir, memutuskan pilihan hidup memang sulit, namun tetaplah sedikit lebih tenang.

Untuk Kelak, kau akan hidup senang

dan menyenangkan.

Cerita Untukmu

Begini. Aku ingin mengatakan sesuatu. Sesuatu yang mungkin akan membuatmu paham tentang aku, semoga.
Aku bukan orang yang akan mindekte Tuhan. Dengan mengeja namamu disetiap doaku. Bukan. Aku bukan orang seperti itu. Aku bukan orang yang terpikat olehmu lantas menginginkanmu lebih dari apapun. Bukan. Lagi-lagi aku bukan orang seperti itu.

Aku memikirkanmu, biarkan pikiranku saja yang seperti itu. Aku terpikat olehmu, biarkan aku saja. Tanpa perlu kuseret pakai doa, tanpa perlu kuamini sampai terijabah.
Yang aku tahu, jika kau suka, aku suka, lalu ada masa depan yang memang harus kita jalani berdua, kita pasti bertemu, kita akan bersama, sesulit dan sesukar apapun nanti.

Jika usahamu bukan menujuku, bukan berarti aku tak pantas bersamamu, bagaimana jika Allah menakdirkan?

Jika usahamu menujuku, tapi aku tak pantas untukmu, bagaimana jika Allah menjodohkan? Hahaha.
Jadi begini, kita cukup berusaha memantaskan diri untuk orang yang terbaik versi Allah. Bukankah menakjubkan, jika kelak kita akan bersama orang yang Allah siapkan untuk kita? Dan, siapa yang lebih tahu kecocokan kita selain-Nya? Bukankah kejutan itu adalah sesuatu yang tidak pernah kita sangka-sangka tapi jadi nyata?
Kau tak perlu mendikte-Nya. Kuperbaiki diriku bukan karenamu, kau perbaiki dirimu jangan karenaku. Kita sama-sama perbaiki niat. Cukuplah Allah jadi tujuan, cukuplah Allah jadi tempat digantungkannya semua harapan, tanpa perlu alasan selain, Lillahi Ta’ala.
Kau setuju? Ohya, sekali lagi, kita tak perlu mendikte-Nya. Tapi jangan lupa riuhkan harapanmu tentang sesuatu yang akan mampu membaikkan dirimu, keluargamu, masa depanmu, yang terpenting untuk agamamu. Bagaimana, apa kau sudah paham? Semoga 🙂
Sungguminasa, 12 November 2016

00:16 wita

Ah! Waktu.

Lalu, waktu memojokkan kita.

Kita sama -sama memerdekakan ego. Kata maaf jadi tak dikenali. Kesetiaan sedang diuji.


Ada aku yang diam, bukan berarti tak memerhatikan. Dalam aku, kau, kita yang kaku, ada aku yang semakin kalut. Dibekukan gengsi.

Pada aku yang marah, bukan berarti berhenti peduli. Dalam aku, kau, kita yang dingin, ada aku yang menggigil. Digebuk rindu, jadilah puisi.

Ah! Aku.

Menyalahkan waktu padahal ialah yang pertemukan kita.


Pada kata kesetiaan. Akankah ada kita didalam sana?

Tentang Kepercayaan

​Pada suatu hari yang biasa-biasa saja, terjadi pada orang yang juga biasa.

Orang ini, sudah biasa untuk melakukan hal-hal yang membuatnya spesial,

Biasa untuk merasakan hal-hal yang menjadikannya istimewa, dan

Terbiasa untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan yang membaikkan dirinya.
Lalu, ada orang yang bertanya padanya,

“Bagaimana meyakini sesuatu itu spesial?”

Yah. Bisa dibayangkan, perawakan yang menarik dengan perangai yang tenang membuat orang yang bertanya itu menunggu jawaban dengan penuh perhatian. Badannya sedikit mendekat.
Ia tersenyum tipis, dengan tenang dan terlihat anggun, ia menjawab

“dengan mempercayainya. Tidak ada sesuatu yang istimewa tanpa rasa percaya. Maka, untuk yakin bahwa sesuatu itu spesial atau tidak hanyalah dengan, Percaya.”

Kisah, dari Halaman yang Lalu

Suhu dingin menembus dinding-dinding kulitku. Desir suara angin menghempas dedaunan menyimpul nada tentang masa lalu. Tentang tempat yang jadi saksi, awal suatu kehidupan.

Continue reading

Istri Muda

Istri Muda's Stories | Indonesian | 21 years old

Catatan Perjalanan Hidupku ^^

Karena setiap detik perjalanan hidup adalah pelajaran, dan akan menjadi kenangan yang akan selalu membuatmu bersyukur :)

arianpangestu

Kuasa Tuhan sedang berlangsung

charlozdaniel

"Lelaki yang selalu kagum ketika melihat kau tersenyum"

Lani Utami

Tentang kamu, tentang kita dan tentang mereka

asteaaa

Self Reminder

wirawarawiri

Just follow the GOD and you"ll be the GOOD

Biru Pupus

Audhina Daw |dawai kata dalam kalimat

ComeDHEY

Setiap Luka adalah Tawa