Vote Cover -Jodoh Untuk Langit-


Segera terbit, buku ke-empat saya! -yang sempat saya ceritain tempo hari- hehehe


Yuk!

Voting cover, dapat buku Gratis!!! 

Duhai kamu yang merindu hujan, mantan, dan masa depan..

Bagi Langit persoalan ini sederhana. Dia sadar bahwa suatu saat dia akan dipaksa ikhlas melepas kepergian. Bukan karena tak cinta, namun untuk menunjukkan bahwa perasaan tertinggi adalah kerelaan menghadapi kehilangan.

Apakah hidup bagi Langit tak adil? Esok lusa kau akan tahu jawabannya.

-Jodoh untuk Langit (Brili Agung)




25 kisah yang siap menemani kisah-kesahmu untuk Hujan, Mantan dan Masa Depan.

Buat kamu yang ikut voting cover, berkesempatan mendapatkan buku ini, GRATIS

Khusus untuk 3 pemenang se-Indonesia.
Jadi, cover mana yang kamu pilih?

A, B, C atau D? πŸ˜†

Wirdaily Hijab OutfitΒ 

WIRDAILY is coming for your simple hijab syarii cek IG @wirdaily for more information πŸ™† | IDR start 64K πŸ’•πŸ’•πŸ’•

Catatan Ramadhan Hari ke-7 (di PihakNya)

Tidak ada yang benar-benar memihak padamu.

Takdir, waktu, atau apa pun berjalan sekendak-Nya
Tidak ada waktu yang akan berjalan lambat untuk mencegahmu dari bahagia dan mengurungmu pada situasi menyebalkan

Tidak ada waktu yang akan berjalan cepat karena perasaan paling bahagia yang kau rasakan dalam detak jantungmu yang senang.


Selalu seperti itu.

Melangkah, meniti  sesuai perintah-Nya, bukan perintahmu.

Tapi tenang, tak perlu khawatir, Dia takkan mendzalimi. Berjalan sekehendak-Nya tak berarti akan ada yang diuntungkan. Bahkan jika kau menyerahkan seutuhnya pada-Nya, kamu akan untung sampai tidakketulungan. Kebaikan-Nya meliputi segalanya, dan sebaiknya kepermihakan adalah kamu yang berpihak pada-Nya, menyerahkan seutuhnya kepada-Nya.

Lalu, apakah kau harus diam dan menerima semuanya? Tidak juga. Allah memerintahkanmu untuk berdoa pada-Nya. Allah menyuruhmu untuk bersangka baik pada-Nya.
Berpikir baiklah. Bersikap baiklah. Semua kebaikan akan meliputimu karena kehendak-Nya. Allahummah shalli’alaa Sayyidina Muhammad wa’alaa ali sayyidina Muhammad

Catatan Ramadhan Hari Ke-5

Sikapmu, menentukan kebahagiaanmu,

Kamu mungkin belum menyadari bahwa kebahagiaan sebenarnya begitu dekat denganmu, hanya saja, kau terlalu sibuk mencari, matamu mengerjap kemana-kemari, padahal ia ada didekatmu, tepat pada sikapmu sendiri.
Bahagia.

Kau bisa mendapatkannya di mana-mana. Termasuk pada sikapmu sendiri, bahasamu sendiri, dan segala sesuatu yang bermuara padamu.
Coba praktikkan, sebab di dunia ini, Tuhan Maha Baik selalu memberimu pilihan-pilihan terbaik. Marah pada sesuatu yang tidak sesuai di kepalamu, atau menyukurinya. Membentak pada sesuatu yang diluar dari keinginanmu atau berkata lembut lalu membiarkan semuanya terjadi. Melihat sinis atau meremehkan orang lain padahal bibirmu masih bisa tersenyum, matamu masih bisa melengkung memesona.

Allah Maha Lembut dan menyukai kelembutan. Sebelum kau membentak, sebelum kau menatap sinis, sebelum semua kelembutan kau sepelehkan, pahamilah bahwa semua orang punya hak seperti kau punya hak u tuk mendapatkan perlakuan baik πŸ™‚

Tanya Diri

Tahukah kau? Saat kau merasa tak berharga, ada orang yang berharap ada diposisimu?
Tahukah kau? Saat kau tak peduli dengan siapapun, ada seseorang yang memanjatkan doanya untukmu?

Tahukah kau? Saat kau merasa tak ada lagi harapan, orang tuamu hanya berpikir kaulah harapannya?

Ketika ada yang mengecewakanmu, tahukah bahwa Allah terus bersamamu? Memastikan yang terbaik untukmu?


Kau terlalu sibuk dengan ketidaksesuaian yang ada di kepalamu. Sibuk dengan dugaan-dugaan yang terus tumbuh dibenakmu. Mondar-mandir dengan segala hal yang sebenarnya tidak terjadi.

Berhentilah menyakiti dirimu sendiri dengan prasangka, hentikan semua kegelisahan yang mengepung hatimu.

Kembalikan semua pada Sang Pemilik Jiwa.

Semoga ramadhan mengembalikanmu menjadi Fitrah.

Memelukmu hinggah tumbuh menjadi hamba yang bertakwa.

Aamiin.

Halo 23, hi 22

Pukul 19:23 wita.
Tanggal dua puluh tiga di bulan ke lima. Lagi. Terulang hingga kini genap menjadi ke 22. Alhamdulillah. Allah Maha Baik.
Sekarang, pikiranku sedang kusut dengan tugas akhir yang sedikit lagi akan kukalahkan (semoga – bismillah) wkwkw.


Seperti tulisan sebelumnya. Saya kembali kehilangan sesuatu yang bukan milikku. Usia! Hari lahir selalu mengingatkan hari kematian. Seperti kedatangan, setiap jiwa hanya menunggu waktu untuk kepergian. Pergi menemui rumahnya yang hakiki.

Di usia yang tak muda lagi, apa yang telah kau perbuat? Dan apa yang akan kau perbuat? *tanya diri*
Ya Allah. Jika Engkau masih izinkan aku hidup dalam duniamu, maka izinkan perbuatanku adalah perbuatan yang mendekatkanku pada-Mu. Jika Engkau masih memberi waktu untukku, maka kuatkan aku untuk mendekatkan diri dan terus taat pada-Mu. Sebab jawaban apa yang harus kukatakan kelak, jika usia panjang yang Engkau beri tidak mampu kugunakan untuk mendekati-Mu dengan Benar?

Yaa Rahman Yaa Rahiim. Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Engkau selalu memberi kasih dalam dalam diriku yang menyedihkan, Engkau pemberi sayang dalam keheningan dosa yang mengepung. Allah, Engkau Maha atas segala kebaikan, dengan kemurahan-Mu, mudahkan aku (yang juga membaca ini) dalam selimut kehidupan yang penuh berkah, bahagia, dan membahagiakan. Aamiin.

Pernikahan Ala Makassar

Sebenarnya, saya sudah lama mau nulis ini tapi mau diapa lagi, virus kemalasan paling maksimal sedang menimpaku dengan sangat tidak manusiawi.

Album keluarga. Salah satu contoh sebelum akad nikah, kalau yang ini adat Makassar vs Jawa. #Sarisnen #wedding

Keluarga Thamal. Sebelum akad Nikah

” style=”width: 548.15625px;

Saya tidak mengenal beliau daripada apa yang saya sangkakan.

Seorang pengemban dakwah yang membiarkan kebenaran yang ia tahu menari dengan bebas bersama pena.
Saya masih ingat kajian yang beliau sampaikan 2012 lalu, waktu itu saya dan Fernizha Mentari Ramli duduk di lantai dua gedung serbaguna Unismuh, dengan nada khasnya menyampaikan sesuatu, ia berkata, “Dasar dari keberanian adalah kebenaran. Maka sulit berani jika itutak benar”

Sumber Foto: tribunislam.com

Di tulisan ini, saya sedikit ingin menyampaikan bahwa gaya tulisan pertama saya, saya dapatkan dari beliau. Setelah benar-benar terjun di dunia kepenulisan, buku yang bertender dalam rak buku hanyalah tulisannya. Jangan ditanya kenapa, karena saya akan kesulitan menjawab itu.

Yang saya tahu, dan yakini sampai saat ini, beliau terjun di dunia dakwah dengan tidak main-main. Menjadikan remaja fokus utamanya hingga melahirkan buku kekinian yang bisa disantap anak muda dengan begitu lezat #UdahPutusinAja misalnya. Buku bercover pink yang begitu mencolok di mata dan makjleeb di hati.
Banyak hal yang terjadi, dan saya mengenalnya di waktu yang tepat. Hal di mana drama-drama hidup mulai kukenali. Kegagalalan, kegalauan, kebahagiaan, kemungkinan-kemungkinan hidup yang tidak pernah kupikirkan tapi terjadi, ah its a complicated year. Ngeri. Tapi karena itu, saya semakin kenal diri sendiri, dan senang dengan tulisan, kajian, vlog, atau apapun yang berkaitan dengan Ust. Felix.
Ustadz, dalam keberanianmu itu, semoga Allah limpahkan berkah dan terus berikan jalan kebenaran, Indonesia butuh lebih banyak orang sepertimu, yang mencintai negerinya dengan berani, dengan cara yang benar.
Tulisan ini terinspirasi dari: artikel http://www.tribunislam.com/2017/05/felix-siauw-jangan-ragukan-cinta-kami-pada-negeri-kami-mencintainya-seperti-rasulullah-mencintai-tempat-lahirnya-makkah.html

Berani-Benar (Ust. Felix Y. Siauw)

Bulan Sebelum juni

Kau mengendap-endap menuju rumahmu. Bahkan bernapas pelan agar tak ada yang merasakan kehadiranmu. Tapi mau diapalagi, aku adalah pengagummu, yang setia memerhatikanmu.

Sudah beberapa bulan dan kau masih seperti itu.
Bulan sebelum juni, ada yang harus kau ketahui, bahwa ada hal yang tidak akan baik-baik saja jika kau selau tak percaya diri.

Bulan Sebelum Juni.

Dalam kekagumanku yang terlalu padamu. Aku tidak sadar bahwa kau pun bisa seperti itu. Melalukan kelakuan orang “biasa” sedang dalam pikirku kau begitu istimewa, dan takkan melakukan orang biasa melakukannya.
Percayalah pada pilihanmu. Jangan bersembunyi, aku akan baik πŸ™‚

Memang Bukan Tempatku

​Saat aku menghias diriku dengan ucapanmu

aku berlari mencari rindu yang katanya ada aku

saat kau ada di depanku

kusadari kebodohan yang memenjarakanku.


Matamu berbicara padaku,

“Rumahmu bukan di sini.”

Istri Muda

Istri Muda's Stories | Indonesian | 21 years old

Catatan Perjalanan Hidupku ^^

Karena setiap detik perjalanan hidup adalah pelajaran, dan akan menjadi kenangan yang akan selalu membuatmu bersyukur :)

arianpangestu

Bergerak senyap seperti angin, bersuara sunyi seperti sepi.

charlozdaniel

"Lelaki yang selalu kagum ketika melihat kau tersenyum"

Lani Utami

Tentang kamu, tentang kita dan tentang mereka

asteaaa

Self Remainder

wirawarawiri

Just follow the GOD and you"ll be the GOOD

Biru Pupus

Audhina Daw |dawai kata dalam kalimat

ComeDHEY

Setiap Luka adalah Tawa